Recent Videos


body{cursor: url(http://www.123cursors.com/freecursors/13567.ani); }
Got My Cursor @ 123Cursors.com
/">Got My Cursor @ 123Cursors.com
"),default}

Sabtu, 13 April 2013

7 Benda yang Bisa Dijadikan Meja Tempat Tidur

Di sisi tempat tidur, biasanya ada meja kecil atau lemari berlaci yang dipakai untuk menyimpan buku, lampu tidur, kacamata, dan sebagainya. Tapi tahukah bahwa kita bisa menghias kamar dengan kreatif dan memasang "meja tempat tidur" dari benda-benda ini? Langsung saja check this out !!!

                                                                1. Batang pohon



2. Bangku





3. Rak buatan sendiri


4. Keranjang Kayu 


5.  Tangga Pendek


6. Peti


7. Tumpukan Majalah





(Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/515c1cfd5b2acf6534000002)

Komentar : ide ide di atas sangat kreatif, tetapi yang paling saya suka adalah meja tempat tidur yang tidak terbuat dari kayu, seperti tumpukan majalah. Karena kayu suatu saat di beberapa tahun kedepan bisa keropos.

4 Rahasia Memiliki Keluarga Bahagia


       Memiliki keluarga yang bahagia adalah impian bagi setiap orang. Untuk mewujudkannya, Anda pun sebaiknya menyimak keempat rahasia memiliki keluarga bahagia seperti yang dilansir dari The Stir (13/03) berikut ini.


Memilih hukuman
        Jika anak berbuat salah, orang tua memang sebaiknya menegur. Namun cobalah membiarkan anak untuk memilih hukumannya sendiri. Hal itu akan membuat anak belajar tentang kedisiplinan dan tahu cara membatasi dirinya sendiri. Selain hukuman, penghargaan juga sebaiknya ditentukan oleh anak ketika mereka berbuat kebaikan.

Makan bersama

          Apapun yang terjadi, sempatkan untuk menikmati makanan di meja makan bersama keluarga. Entah itu sarapan atau makan malam, sebab biasanya makan siang masing-masing anggota keluarga masih sibuk bekerja dan sekolah. Kegiatan makan bersama ini bisa diisi dengan obrolan hangat seputar apa yang sudah terjadi seharian pada Anda dan yang lain.

Sejarah keluarga

          Ceritakan sejarah keluarga Anda pada anak. Pasalnya sebuah penelitian menyebutkan kalau semakin tahu seorang anak tentang keluarganya, mereka akan menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan siap dalam menghadapi tantangan. Mengetahui silsilah keluarga adalah salah satu kunci membangun sisi emosional anak ke arah yang positif.

Jenis kursi

        Saran terakhir adalah memerhatikan jenis kursi yang Anda pakai di rumah. Seorang psikolog lingkungan menyatakan, jika Anda duduk di kursi yang keras, Anda akan menjadi pribadi yang keras pula. Jadi ketika menegur anak, duduklah di sofa yang empuk namun tubuh tetap tegap. Teguran akan terasa lebih lunak dan bisa diterima dengan baik dengan anak.

Beberapa tips tersebut adalah rahasia untuk memiliki keluarga yang bahagia. Dengan meminimalisir konflik, keluarga pun akan hidup dalam keharmonisan.



Minggu, 04 November 2012

[TUGAS 6] Unsur Paragraf


Nama    : Reza Fabryan

NPM        : 29110711
Kelas      : 3KB02





UNSUR - UNSUR PARAGRAF


   Dalam pembuatan suatu paragraf harus memiliki unsur unsur pembangun paragraf agar paragraf atau alinea dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya.



1. Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran, topik merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan sebelumnya.



2. Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan dasar dari pengembangan suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf.

Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokoknya alinea dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

•Deduktif : kalimat utama diletakan di awal alinea
•Induktif : kalimat utama diletakan di akhir anilea
•Variatif : kalimat utama diletakan di awal dan diulang pada akhir alinea
•Deskriptif/naratif : kalimat utama tersebar di dalam seluruh alinea 



3. Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas. 



4. Judul (kepala karangan), untuk membuat suatu kepala karangan yang baik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu :
•Provokatif (menarik)
•Berbentuk frase
•Relevan (sesuai dengan isi)
•Logis
•Spesifik

Macam-macam paragraf



1.Eksposisi



   Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.



Contoh : Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.



2.Argumentasi



   Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.


Contoh :  Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

3.Deskripsi


   Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.



Contoh : Gadis itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin gencar memuji gadis yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu sangat cantik. Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis pinggang. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip yang menawan,serta bibir berbelah, dia sungguh tampak sempurna.



4. Persuasi



   Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.



Contoh : Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.



5. Narasi



   Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.



Contoh : Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan, mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia.

Macam-macam paragraf berdasarkan tujuannya



1. Paragraf pembuka

   Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.



Dalam karangan ilmiah, paragraf pembuka dapat berupa:



• garis besar karangan dengan menonjolkan bagian yang dipandang penting;
• pemaparan isi dan maksud judul karangan;
• kutipan pendapat pakar pada bidang ilmu yang bersangkutan;
• sitiran dari suatu pendapat;
• pembatasan objek dan subjeknya;
• pemaparan arti penting masalah yang akan dibicarakan;
• gabungan dari beberapa cara di atas.


[TUGAS 7] Syarat Syarat Paragraf


Nama    : Reza Fabryan

NPM        : 29110711
Kelas      : 3KB02







Syarat-syarat paragraf


Dalam menyusun paragraf, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut:

A. Ketepatan Pemilihan Kata

     Pemilihan kata harus sesuai dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Pemakaian kata dia, misalnya, tidak tepat digunakan untuk orang yang usianya lebih tua. Kata yang tepat adalah kata beliau. Demikian pula dengan menonton kata ini tidak tepat dalam paragraf yang menyatakan maksud melihat orang sakit. Dalam hal ini kata yang harus digunakan adalah mengunjungi, menjenguk, atau menengok. Untuk itulah diperlukan penguasaan perbendaharaan kata, terutama kata-kata yang bersinonim. Dengan banyaknya menguasai kata bersinonim mudahlah bagi kita dalam menggunakan kata-kata yang tepat.

B. Kesatuan

     Tiap alenia hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alenia adalah mengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh karena itu, dalam pengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau gagasan tersebut. Alenia dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak telepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.

C. Koherensi

     Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah alenia ialah koherensi atau kepaduan, yakni adanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah alenia. Alenia yang memiliki koherensi akan sangat memudahkan pembaca mengikuti alur pembahasan yang disuguhkan. Ketiadaan Koherensi dalam sebuah alenia akan menyulitkan pembaca untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Dalam koherensi, termasuk pula keteraturan (sistematika) urutan gagasan. Gagasan dituturkan pula secara teratur dari satu detail ke detail berikutnya, dari satu fakta ke fakta selanjutnya, dari satu soal ke soal yang lain, sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti uraian yang disajikan dengan seksama. Untuk menyatakan kepaduan atau koherensi dari sebuah alenia, ada bentuk lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frasa (kelompok kata) dalam bermacam-macam hubungan.

[TUGAS 5] Paragraf


Nama    : Reza Fabryan

NPM       : 29110711
Kelas     : 3KB02




PARAGRAF

    Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.

  Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boeh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

Bagian-bagian paragraf

   Pada umumnya alinea terdiri atas lebih dari satu kalimat. Atau dapat dikatakan bahwa alinea pada umumnya terdiri atas beberapa kalimat. Dari fungsi dan kandungannya, kalimat dalam alinea dapat dipilah-pilah menjadi kalimat topik, kalimat pengembangan, kalimat penutup, dan kalimat penghubung.

Tujuan pembentukan paragraf

1.Memudahkan pengertian dan pemahaman terhadap satu tema

2.Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan normal

Struktur paragraf

   Paragraf terdiri atas kalimat topik atau kalimat pokok dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topik merupakan kalimat terpenting yang berisi ide pokok alinea. Sedangkan kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide utama.

a.Ciri kalimat topik :

1.Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut
2.Mengandung kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
3.Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain
4.Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi

b.Ciri kalimat pendukung :

1.Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
2.Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea
3.Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kalimat transisi
4.Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topik

Minggu, 28 Oktober 2012

[TUGAS 4] Kalimat Aktif


Nama    : Reza Fabryan

NPM      : 29110711
Kelas     : 3KB02



Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif


Kalimat dapat diartikan sebagai urutan kata, frase, klausa atau kombinasi unsur-unsur tersebut yang minimal memiliki subjek dan predikat, diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan intonasi final (diakhiri denga tanda (.), (?), atau (!)), serta membentuk suatu kesatuan makna. 

Kalimat dilihat dari peran subjeknya dibedakan menjadi 2, yaitu kalimat aktif dan pasif.

1. kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu hal atau kegiatan.

Contoh:  Reza   bermain    video game. 
               S         P             O

Dalam kalimat diatas, subjek (Reza) berperan sebagai pelaku suatu kegiatan, yaitu bermain. oleh karenanya, kalimat di atas termasuk kalimat aktif. Subjek (S) dalam kalimat aktif melakukan aktifitas, hal ini membawa konsekuensi predikat (P) dalam kalimat aktif harus diisi oleh kata kerja aktif. Kata kerja aktif ini biasanya berimbuhan meN-dan ber-

2. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu hal atau tindakan, baik itu disengaja ataupun tidak. 

Contoh:    Bola   ditendang  Reza.
                S          P          O

Dalam kalimat diatas, subjek (Bola) berperan sebagai sesuatu yang dikenai hal atau tindakan tidak sengaja terinjak. Dengan kata lain, subjek dalam kalimat pasif berperan menjadi penderita. Karena subjeknya berperan menjadi penderita, predikatnya harus diisi oleh kata kerja bentuk pasif. Kata kerja bentuk pasif biasanya berimbuhan ter-di-, dan ke-an.

Sabtu, 06 Oktober 2012

[TUGAS 3] Kedudukan Bahasa Indonesia


Nama    : Reza Fabryan

NPM       : 29110711
Kelas     : 3KB02

                      Kedudukan Bahasa Indonesia




Kedudukan Bahasa Indonesia terdiri dari :

1. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional:

1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai Lambang kebanggaan kebangsaan
             Bahasa Indonesia mencerminkan nilai – nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebanggaan ini , Bahasa Indonesia harus kita pelihara dan kita kembangkan. Serta harus senantiasa kita bina rasa bangga dalam menggunakan Bahasa Indonesia.

2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional
              Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya apabila masyarakat pemakainya/yang menggunakannya membina dan mengembangkannya sehingga bersih dari unsur – unsur bahasa lain.
3). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar budaya
          Dengan adanya Bahasa Indonesia kita dapat menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi/berkomunikasi dengan masyarakat-masyarakat di daerah (sebagai bahasa penghubung antar warga, daerah, dan buadaya).

4). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai – bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing – masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
            Dengan bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku bangsa mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai – nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.

2. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara:

1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan
         Sebagai bahasa resmi kenegaraan , bahasa Indonesia dipakai didalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar didalam dunia pendidikan
        Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar yang digunakan di lembaga – lembaga pendidikan mulai dari taman kanak – kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia.
3). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
      Bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal – balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar suku , melainkan juga sebagai alat perhubungan didalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya.
4). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
       Bahasa Indonesia adalah satu – satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memikili ciri – ciri dan identitasnya sendiri ,yang membedakannya dari kebudayaan daerah.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger